Inikah Omong Kosong Semata Tentang Olahraga Selama Pandemi

Lama sudah pandemi Corona menyerang bumi pertiwi kita ini. Bahkan, hingga detik ini pun pandemi ini masih menyebar terus menerus. Nah, selama pandemi inilah kurang lebihnya kita berdiam diri lebih dari 3 bulan di dalam rumah saja. Pekerjaan yang biasanya dikerjakan di dalam kantor berubah menjadi di rumah saja, lalu belajar di sekolahan menjadi belajar dirumah saja dengan sistem online, keluar rumah harus selalu memakai masker dan setidaknya membawa hand sanitizer untuk membantu mencegah dalam penyebaran virus ini. 

Nah, dari lamanya kita semua terjebak dengan #stayathome tanpa melakukan apapun. Dari sinilah, tingkatkan stamina tubuh kalian dengan cara berolahraga. Seiring dengan isu corona yang tidak ada habis-habisnya, ternyata banyak sekali keberagaman olahraga yang justru sekarang ini menjadi tren kekinian. Akan tetapi, dari munculnya tren olahraga ini juga berdampak pada isu kesehatan yang akan muncul ditengah-tengah pandmei seperti ini. 

Nah, untuk bisa menanggapi berbagai macam isu yang beredar di masyarakat yang berhubungan dengan olahraga, dikutip dari kompas.com adanya Dokter Spesialis Olahraga serta menjadi Direktur dari Slim & Health Sports Center yakni Dr. Michael Triangto. Dirinya sampai benar-benar angkat bicara , bahwasannya sudah banyak terjadi simpang siur mengenai informasi yang terkait. Masyarakat sendiri sebenarnya harus tahu mana informasi yang benar dan mana informasi yang baru berupa anggapan semata saja. 

Berikut ini ada beberapa mitos atau omong kosong semata yang banyak didengar oleh kebanyakan orang di Indonesia mengenai, tren olahraga yang kekinian dan bisa menyebabkan corona cepat datang ( bagi sebagian masyarakat ya ). 

Mitos dan Omong Kosong Semata yang Pertama 

Banyak sudah kita mendengar bahwasannya memakai masker saat sedang olahraga bisa mengganggu kesehatan. Dan ini sendiri ramai menjadi perbincangan publik di dunia maya. Mengapa bisa ramai untuk diperbincangkan ? hal ini dikarenakan banyak kabar yang beredar bahwa orang-orang meninggal dunia pada saat sedang berolahraga sambil mengenakan masker. 

Nah, informasi ini sendiri seringkali dikaitkan dengan adanya penggunaan masker yang akan membuat orang-orang akan jauh lebih merasa jauh sesak napas. Apalagi saat sedang berolahraga, makin terasa pastinya. Akan tetapi, banyak sudah para ahli yang membantah perihal ini.

Michael sendiri sudah menyebutkan bahwasannya penggunaan dari Masker ini akan sangat mengganggu, nyatanya itu hanya omong kosong semata atau hanya mitos belaka saja. Justru saat ini Pusat dari Pengendalian dan juga Pencegahan Penyakit ( CDC ) benar-benar direkomendasikan pada penggunaan masker untuk kondisi pandemi ini. 

Akan tetapi, jika kalian benar-benar merasakan rasa yang tidaklah nyaman tentu saja ini bisa kalian batasi dengan penggunaannya secara teratur dan membuat tubuh akan selalu terbiasa dalam menggunakannya. Selain daripada itu, Michael juga sekali lagi mengingatkan bahwasannya menggunakan masker yang tepat dengan cara yang benar adalah bentuk dari tanggung jawab sosial diri kalian sendiri agar nantinya tidak terinfeksi dan juga tidak akan menginfeksi orang lain dan berdampak pada diri sendiri, keluarga hingga masyarakat yang lainnya di negara yang kalian cintai ini. 

Mitos dan Omong Kosong Semata yang Kedua

Berita yang beredar tentang mengikuti CFD tidak akan langsung terpapar Virus Corona. Nah, bagi kalian yang mengetahui informasi ini serta mempercayai adanya info tersebut maka mulai saat ini kalian ubahlah pola pikir itu. Disini Dr. Michael menjelaskan juga memangnya udara terbuka dari zona hijau yang memang sudah memiliki resiko jauh lebih kecil untuk bisa terinfeksi Covid-19 atau Corona. 

Akan tetapi, jika udara terbuka yang dimaksudkan ini adalah CFD di zona yang Kuning, Merah ataupun Hitam itulah yang justru berbahaya. Hal ini mengingat pada dasarnya CFD itu sendiri jalanan yang akan langsung terpenuhi oleh Masyarakat yang sedang bergerombol dan dalam jumlah yang cukuplah banyak. Hal inilah yang nantinya mampu membuat adanya jarak aman atau disebut dengan Physical Distancing. 

Dirinya juga menambahkan jika nantinya masyarakat tidak dapat mematuhi semua protokol kesehatan dengan sebagaimana yang telah ditentukan seperti tidak menggunakan masker yang sudah diperintahkan oleh pemerintah. Maka, ini sangat jelas untuk memudahkan terkena infeksi. 

Mitos dan Omong Kosong Semata yang Ketiga 

Dimana untuk omongan selanjutnya adalah perihal Gym. banyak terdengar kabar bahwasannya Gym ini dinilai bisa meningkatkan imunitas terhadap penyakit. Sebagaimana pembahasan sebelumnya, olahraga ini memiliki intensitas yang ringan dan akan mampu dalam meningkatkan kesehatan tubuh. Akan tetapi, kata dari dirinya ini bilamana olahraga ini benar-benar terbukti bisa meningkatkan adanya intensitas latihan yang justru jauh menjadi berat, maka akan langsung menurunkan intensitas tubuh yang ada. 

Terlebih lagi jika alat-alat dari tempat fitness ini tidak terjaga dengan sebaik mungkin ? maka bisa dikatakan hal ini menjadi jauh lebih terkena adanya penularan dari satu orang ke orang yang lainnya. Terutama sekali Trainer dan para pengunjung yang ada di dalam tempat fitness tersebut. 

Mitos dan Omong Kosong Semata yang Keempat

Anjuran untuk selalu mandi sebelum masuk rumah, intinya setelah beraktivitas di luar rumah maka sesaat sebelum masuk ke dalam rumah haruslah menghindari dari kemungkinan terinfeksi virus corona dengan cara membersihkan diri terlebih dahulu. Nah dari sini, Michael dan tidak sedikit orang juga yang langsung menyamakan bahwasannya aktivitas berenang di kolam sebagai salah satu ajang mandi paling tepat untuk membersihkan diri dan sekaligus dianggap sebagai salah satu olahraga. 

Bisa kalian ketahui, jika kalian berenang dalam kolam pribadi dan tidak banyak orang lain, maka kemungkinan dari terinfeksi covid-19 jadi jauh lebih rendah. Sebab itu, berenang banyak mengatakan bahwasannya baik untuk langsung mencegah covid-19 sebagai salah satu omong kosong atau mitos belaka saja. 

Mitos dan Omong Kosong Semata yang Kelima 

Penggunaan dari Kalung Eucalyptus sebagai salah satu pencegah dari virus Corona. Bisa diketahui kalung dari Eucalyptus ini memiliki manfaat dalam mengurangi gejala influenza, hidung yang tersumbat hingga anti radang. Sementara itu, infeksi dari virus corona ini memang gejalanya sangat mirip dengan influenza dimana hidung mulai tersumbat dari saluran pernapasan berat.

Maka dari itu, Michael juga menegaskan minyak Eucalyptus bisa membantu dalam meringankan gejala yang ada di pasien Covid-19 dan tidak bisa memiliki tujuan langsung dalam mencegah ataupun menyembuhkannya. Sampai saat ini, jika kalian bisa membaca perihal pernyataan ataupun penggunaan dari kalung Eucalyptus bisa menghindari virus Corona maka ini masuk sebagai salah satu omong kosong atau mitos sahaja. 

Mitos dan Omong Kosong Semata yang Keenam

Bersepeda menjadi tren olahraga yang kekinian. Banyak sudah orang-orang mengatakan dengan bersepeda adalah olahraga yang paling aman. 

Memang ada beberapa sepeda yang ramah lingkungan dan juga mampu dalam meningkatkan kesehatan dan juga membantu mengatasi langsung perihal penyakit-penyakit seperti halnya hipertensi, lalu diabetes melitus, kolesterol darah yang memang sangat tinggi dan juga memiliki gangguan jantung yang sudah terkontrol. 

Memang bisa dikatakan aman, jika kalian mematuhi protokol kesehatan seperti : 

  1. Memakai masker yang benar.
  2. Memiliki sepeda sendiri ataupun keluarga yang mana masih dalam kawasan Zona Hijau. 
  3. Jangan bersepeda dengan orang yang tidak sama sekali kalian kenal.
  4. Jangan bersepeda secara berkelompok dalam jumlah yang melebihi keluarga kalian ( minimal sekali 5 ). 
  5. Sebisa mungkin kalian jaga jarak sejauh 20 meter ataupun lebih. 

Jika saja salah satunya kalian lakukan dimana, bersepeda lebih dari 5 atau berbondong-bondong. Akan senantiasa mendatangkan dampak buruk juga bagi kesehatan kalian nantinya.