Bulutangkis Indonesia Harus Memilih Prestasi atau Pandemi ?

Seperti yang sudah diketahui bahwa pandemi dari virus Corona atau covid 19 yang terjadi dari tahun lalu benar-benar mampu mengucapkan dunia, termasuk di Indonesia sendiri yakni pada bidang olahraga. berbagai cabang dari dunia olahraga memang sudah terkena imbasnya tanpa terkecuali dari olahraga bulutangkis. sejumlah turnamen besar sudah batal untuk bisa digelar demi menjaga kesehatan serta keselamatan dari para atlet bulutangkis yang ada di Indonesia ini. Pada tanggal 16 Maret tahun lalu, atau bisa kami katakan tepatnya 1 hari sesudah all England di Birmingham negara Inggris federasi bulutangkis dunia. BWF lebih tepatnya sudah menangguhkan beberapa turnamen dikarenakan menyerangnya wabah covid 19 yang semakin meluas di sejumlah negara yang ada termasuk Indonesia sampai dengan saat ini.

BWF sudah mengambil langkah ini dikarenakan lebih jauh memprioritaskan kesehatan atlet, para tim official sampai dengan komunitas dari olahraga bulu tangkis itu sendiri. Bahkan di sini BWF juga telah mempertimbangkan larangan atau pembatasan dari perjalanan antarnegara dan kebijakan karantina yang sudah ditempuh agar bisa membendung penyebaran secara global dari virus Corona tersebut. Aturan seperti ini memang secara otomatis akan langsung membatasi segala macam pergerakan atlet terlebih lagi, dalam mengikuti beberapa turnamen-turnamen jenjang internasional yang sudah pernah dijadwalkan jauh-jauh hari sebelumnya.

Beberapa turnamen besar yang sudah terpengaruh atas sikap dari penangguhan BWF itu sendiri seperti: turnamen Swiss open, turnamen Singapore open, turnamen Korea open, turnamen China open, turnamen Japan open, turnamen French atau Prancis open, turnamen Denmark masters, turnamen Hongkong open, turnamen Indonesia open, turnamen Malaysia open, turnamen Thailand open, sampai dengan turnamen India open. kemudian masih ada juga seperti turnamen atau kejuaraan pada piala Thomas dan uber, lalu kejuaraan dunia bulutangkis, ada juga tentang BWF world tour final dan olimpiade Tokyo sehingga penyelenggaraan ini terpaksa harus diundur sampai dengan tahun 2021 ini. well untuk melihat kelanjutan nya tinggal tunggu masa penangguhan dari BWF itu sendiri.

Beberapa prestasi yang bisa diraih

beruntung sekali sebelum adanya virus Corona atau covid-19 ini menyebar luas dan BWF seketika sudah mengeluarkan keputusan atas penangguhan dari beberapa turnamen internasional, nyatanya tim bulutangkis dari negara Indonesia sudah mampu menorehkan sejumlah atau sederet prestasi yang bisa membanggakan Indonesia pada level atau tingkatan internasional. nah dalam turnamen level super 500 Indonesia master dimulai dari tanggal 14 hingga 19 Januari tepatnya di Istora gelora bung Karno atau stadion GBK di Jakarta, Indonesia sudah memboyong gelar juara bagi tunggal putranya oleh atlet ternama Anthony sinisuka Ginting, lalu dari ganda putri nya melalui atlet kesayangan Greysia Polii dengan Apriyani Rahayu sampai dengan ganda putranya mendapatkan peringkat satu dunia oleh atlet kebanggaan kita yakni Marcus fernaldi Gideon dengan Kevin Sanjaya sukamuljo.

Penurunan Prestasi Bulutangkis dan 'Hiruk-pikuk' SEA Games

Selanjutnya dalam RSL Icelandinternasional pada tanggal 23 sampai 26 Januari di tahun 2020 tepatnya di negara Islandia, pemain muda dari Indonesia dengan nama atlet nya adalah Faturohman Fauzi berhasil merebut gelar juara setelah mampu menaklukkan Thomas toledano yang berasal dari negara Spanyol. Selain itu Indonesia juga masih menjuarai atas kejuaraan beregu Asia di negara Filipina tepatnya pada tanggal 11 hingga 16 Februari tahun 2020. disini suatu kebanggaan tim putra dari Indonesia mampu mengalahkan tim dari Malaysia dengan skor 3-1 berkat sumbangsi peranan tunggal putra Anthony Ginting dengan ganda putra Marcus dan Kevin serta pasangan dadakan antara Muhammad Hasan dengan fajar Alfian. selanjutnya masih ada ganda putri yang diperankan oleh Greysia dengan Apriani mampu membawa harum nama Indonesia dengan menjuarai Spain masters 2020.yang telah digelarnya di negara Barcelona, lalu negara Spanyol tepatnya di tanggal 18 sampai tanggal 23 Februari tahun 2020 Greysia dan juga Apriani bisa menyingkirkan kakak beradik asal Bulgaria bernama Gabriela stoeva dengan Stefani stoeva.

adapun beberapa kejuaraan internasional lainnya yakni seperti junior international grand Prix tanggal 25 Februari hingga 1 Maret di Belanda juga sudah dimenangkan oleh para pemain muda tanah air yakni untuk tunggal putri, ganda putri, ganda putra sampai dengan ganda campuran.kemudian prestasi yang mampu ditorehkan oleh para wakil-wakil junior Indonesia masih terus berlanjut saja di mana kali ini diadakannya di Jerman dan ganda campuran sudah merebut gelar juara atas wakil dari Korea Selatan. Dan terakhir Indonesia sudah berjaya dalam ajang all England pada tanggal 11 hingga 15 Maret tahun 2020 tepatnya di Birmingham negara Inggris atas ganda campuran yang sudah menunjukkan peringkat ketiga dunia dari negara Thailand.dari sini kita tahu bahwa perjuangan para atlet Indonesia untuk bisa memperoleh juara juara tersebut sangat amat membanggakan dan meninggalkan kesan tersendiri atas pertandingan yang dijalani di masa-masa pandemi covid 19 ini.

Ajang turnamen internal

setelah adanya ajang turnamen all England tahun 2020 nampaknya pandemic covit di berbagai belahan dunia sudah semakin buruk hingga mendorong adanya PP PBSI atau kepanjangan dari pengurus pusat persatuan bulutangkis seluruh Indonesia mengambil langkah untuk mengisolasi para pemain yang ada di pelatnas Cipayung daerah Jakarta timur untuk tidak tertular penyakit atau virus Corona ini. Keputusan dari PP PBSI sangat amat efektif. dimana selama pelatnas kesehatan dari para atlet bisa dengan mudah dipantau mereka juga telah diwajibkan untuk menjalani tes usap atau Sweb Test secara berkala agar bisa memastikan tidak adanya pemain yang terpapar covid 19.

Hendra Ahsan Tembus Babak Kedua : Okezone Sports

Dikarenakan PBSI melihat para atlet bulutangkis sudah merasa jenuh akhirnya mereka memiliki inisiatif untuk bisa menggelar turnamen internal yang hanya bisa diikuti oleh mereka selaku pemain pelatnas. walaupun dalam hal ini skalanya memang kecil turnamennya tetap menyuguhkan atmosfer serupa dari pertandingan besar, lengkap diisi dengan para wasit, lengkap diisi dengan hakim service, lengkap diisi oleh hakim garis sehingga adanya hadiah untuk para pemenangnya. Yang membedakan hanyalah turnamen ini masih tidak boleh menghadirkan penonton sama sekali. penonton masih bisa datang dan melihat namun dalam bentuk daring atau online aplikasi dalam ponsel pintar yang kalian miliki.

Ajang ini memiliki tajuk sebagai PBSI home turnamen yang digelar di pelatnas Cipayung mulai tanggal 24 Juni sampai dengan tanggal 24 Juli di tahun 2020 kemarin ini. di mana sudah memainkan 5 sektor yang berbeda-beda dan masing-masing sektor yang dipertandingkan dari setiap pekan selama 3 hari yakni dimulai dari hari Rabu hari Kamis, c dan juga hari Jumat.turnamen ini telah dibuka dengan pertandingan ganda putra dan dilanjutkan oleh ganda campuran, adanya pertandingan tunggal putri, lalu ganda putri dan pada akhirnya ditutup laga dengan tunggal putri.